Belajar merupakan hal yang seharusnya dilakukan oleh setiap manusia. Baik belajar mengenai ilmu pengetahuan maupun tentang kehidupan. Setiap hal kecil yang terdapat di dunia ini dapat menjadi sebuah pembelajaran besar bagi diri sendiri maupun orang di sekitar dan tidak ada kata terlambat untuk belajar akan sesuatu hal baru. Oleh karena itu, manusia diberikan akal yang dapat digunakan untuk mempelajari sesuatu hal.
Ada beberapa hal kecil yang merupakan dasar pembelajaran yang besar, seperti belajar untuk ikhlas. Ikhlas adalah hal yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Baik ikhlas dalam hal kehilangan sesuatu, tidak mendapatkan apa yang diinginkan, ataupun ikhlas untuk menerima kenyataan yang memang sudah dialami. Ilmu ikhlas hanya bisa dipelajari jika diri mau membuka diri akan sesuatu hal. Seperti saat menjalin hubungan dengan seorang pasangan. Saat menjalin hubungan, diri haruslah ikhlas dalam hal mencintai orang yang sudah menjadi pilihan hati dan sukma. Hal-hal yang tidak cocok dengan sifat dan watak dari pasangan janganlah dijadikan sebuah alasan untuk berpisah. Dikatakan demikian karena, dalam menjalin hubungan perbedaanlah yang menjadi pondasi hubungan tersebut. Bolehlah banyak orang mengatakan bahwa mereka tersatukan karena persamaan, namun pada dasarnya perbedaanlah yang menyatukan mereka. Perbedaan menjadi wadah saling belajar mengenal pasangan masing-masing dan perbedaan pula yang menjadi dasar saling memahami watak sifat masing-masing pasangan. Bukanlah perbedaan yang menyebabkan sebuah hubungan berakhir, melainkan sebuah alibi atau alasan atas ketidak-mampuan dalam hal usaha mempelajari, mengenal, dan memahami sifat dan watak dari pasangannya.
Keikhlasan juga dibutuhkan dalam hal menjalin pertemanan. Keikhlasan dalam berteman bukan berarti diri rela untuk memberikan apa yang dipunya kepada teman tanpa berpikir dan berlogika. Berteman ikhlas maksudnya adalah menjalin hubungan pertemanan dengan ada saat teman tersebut membutuhkan diri kita. Ada saat dibutuhkan maksudnya ialah kita tidak hanya ada saat berbagi kebahagiaan saja, melainkan juga saat bersama-sama melewati kesengsaraan atau kesedihan. Saling mendukung dan saling mengisi satu dengan lainnya, saling menghibur dan saling memberikan nasihat, serta mengatakan benar jika memang teman kita berperilaku benar dan berkata salah jika teman kita melakukan kesalahan. Sama halnya dengan ikhlas dalam menjalin hubungan dengan seorang pasangan, kita harus beranikan diri terbuka. Keterbukaan yang dimaksud ialah keterbukaan atas segala kritik tajam dari teman kita dan terbuka saat mengutarakan pendapat kita kepada si teman. Keikhlasan seperti itulah yang dapat membuat hubungan pertemanan menjadi lebih berwarna dan awet hingga waktu yang lama.
Dengan demikian, ilmu ikhlas dapat dikatakan sebagai ilmu yang susah-susah mudah untuk dipelajari. Melalui dua contoh kecil penjabaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikhlas sangat diperlukan dalam menjalani hidup. Baik dalam hal menjalin cinta ataupun pertemanan. Ikhlaslah yang diperlukan agar sebuah hubungan, baik cinta maupun pertemanan, dapat menjadi lebih indah dan berwarna. Sebuah anekdot yang mungkin cocok untuk contoh di atas ialah “Kalau cinta jangan protes”, dan “Pertemanan bukan sebatas senang dan sedih”.
Ada beberapa hal kecil yang merupakan dasar pembelajaran yang besar, seperti belajar untuk ikhlas. Ikhlas adalah hal yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Baik ikhlas dalam hal kehilangan sesuatu, tidak mendapatkan apa yang diinginkan, ataupun ikhlas untuk menerima kenyataan yang memang sudah dialami. Ilmu ikhlas hanya bisa dipelajari jika diri mau membuka diri akan sesuatu hal. Seperti saat menjalin hubungan dengan seorang pasangan. Saat menjalin hubungan, diri haruslah ikhlas dalam hal mencintai orang yang sudah menjadi pilihan hati dan sukma. Hal-hal yang tidak cocok dengan sifat dan watak dari pasangan janganlah dijadikan sebuah alasan untuk berpisah. Dikatakan demikian karena, dalam menjalin hubungan perbedaanlah yang menjadi pondasi hubungan tersebut. Bolehlah banyak orang mengatakan bahwa mereka tersatukan karena persamaan, namun pada dasarnya perbedaanlah yang menyatukan mereka. Perbedaan menjadi wadah saling belajar mengenal pasangan masing-masing dan perbedaan pula yang menjadi dasar saling memahami watak sifat masing-masing pasangan. Bukanlah perbedaan yang menyebabkan sebuah hubungan berakhir, melainkan sebuah alibi atau alasan atas ketidak-mampuan dalam hal usaha mempelajari, mengenal, dan memahami sifat dan watak dari pasangannya.
Keikhlasan juga dibutuhkan dalam hal menjalin pertemanan. Keikhlasan dalam berteman bukan berarti diri rela untuk memberikan apa yang dipunya kepada teman tanpa berpikir dan berlogika. Berteman ikhlas maksudnya adalah menjalin hubungan pertemanan dengan ada saat teman tersebut membutuhkan diri kita. Ada saat dibutuhkan maksudnya ialah kita tidak hanya ada saat berbagi kebahagiaan saja, melainkan juga saat bersama-sama melewati kesengsaraan atau kesedihan. Saling mendukung dan saling mengisi satu dengan lainnya, saling menghibur dan saling memberikan nasihat, serta mengatakan benar jika memang teman kita berperilaku benar dan berkata salah jika teman kita melakukan kesalahan. Sama halnya dengan ikhlas dalam menjalin hubungan dengan seorang pasangan, kita harus beranikan diri terbuka. Keterbukaan yang dimaksud ialah keterbukaan atas segala kritik tajam dari teman kita dan terbuka saat mengutarakan pendapat kita kepada si teman. Keikhlasan seperti itulah yang dapat membuat hubungan pertemanan menjadi lebih berwarna dan awet hingga waktu yang lama.
Dengan demikian, ilmu ikhlas dapat dikatakan sebagai ilmu yang susah-susah mudah untuk dipelajari. Melalui dua contoh kecil penjabaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikhlas sangat diperlukan dalam menjalani hidup. Baik dalam hal menjalin cinta ataupun pertemanan. Ikhlaslah yang diperlukan agar sebuah hubungan, baik cinta maupun pertemanan, dapat menjadi lebih indah dan berwarna. Sebuah anekdot yang mungkin cocok untuk contoh di atas ialah “Kalau cinta jangan protes”, dan “Pertemanan bukan sebatas senang dan sedih”.
No comments:
Post a Comment